Penyebab Tembok Retak
Tips Properti

7 Penyebab Tembok Retak Pada Dinding Bangunan Baru dan Lama

Arsiteki.com – Dinding atau tembok yang retak tidak hanya terjadi pada bangunan lama saja, namun juga bangunan baru. Lalu apa penyebab tembok retak? Untuk mengetahui apa penyebabnya silahkan menyimak informasi berikut.

Ada beberapa faktor yang menjadi penyebab tembok retak. Terlepas dari itu, tembok atau dinding yang retak tentu akan menganggu keindahan rumah.

Yah, tembok merupakan salah satu bagian terpenting dari sebuah bangunan. Terlebih jika tembok sudah di cat dengan rapi lalu muncul retakan, tentu hal tersebut sangat menyebalkan.

Tidak hanya menyebalkan, retakan pada tembok juga bisa sangat berbahaya, terutama untuk bangunan lebih dari satu lantai. Sebab retakan tersebut menjadi penanda bahwa ada yang salah dari proses pembuatan bangunan.

Apabila cuma retak rambut tidak perlu khawatir. Yang berbahaya adalah retakan yang disebabkan oleh kegagalan struktur sehingga menyebabkan retakan parah sampai dinding pecah cukup dalam.

Penyebab Tembok dan Dinding Retak
Penyebab Tembok dan Dinding Retak

 

1. Masalah Geologi

Salah satu penyebab utama tembok retak adalah karena masalah geologi yang disebabkan oleh pergerakan atau pergeseran tanah. Hal tersebut menyebabkan struktur pondasi terganggu sehingga otomatis menggangu struktur yang diatasnya, yakni tembok.

Biasanya hal ini terjadi pada bangunan yang dibangun di atas lahan basah seperti bekas sawah. Perlu waktu cukup lama untuk menguatkan lahan bekas sawah sehingga layak digunakan untuk membangun rumah. Apabila cuma 1 atau 2 bulan, kami yakin lahannya belum cukup kuat.

2. Gempa / Bencana Alam

Tanah yang bergeser juga bisa disebabkan oleh bencana alam seperti gempa dan longsor. Untuk mencegah hal tersebut, kami sarankan untuk mengukur kedalaman pondasi sesuai dengan geologi tanah.

Yah, banyak orang asal membangun rumah tanpa memperhatikan kedalaman pondasi. Padahal hal tersebut sangat penting demi menjaga kekuatan bangunan sehngga terhindar dari tembok retak maupun masalah lainnya yang berakibat sangat fatal.

3. Pasangan Dinding Kurang Berkualitas

Ada banyak material yang bisa digunakan untuk membuat tembok, seperti bata merah, bata ringan (hebel) dan beto. Kalian bisa memilih salah satunya, namun tetap harus memperhatikan kualitasnya.

Batu bata yang kualitasnya rendah bisa mengakibatkan tembok retak karena bisa sewaktu-waktu pecah. Terlebih jika tidak diimbangi dengan semen atau perekat yang kualitasnya bagus.

4. Acian dan Plesteran

Penyebab utama terjadinya dinding retak adalah karena kesalahan dalam mengaci tembok. Idealnya tembok diaci setelah plester kering dengan sempurna. Apabila plester masih basah lalu diaci, maka bisa menyebabkan retak rambut.

Penyebab lainnya adalah karena takaran campuran plester dan acian tidak sesuai dengan ketentuan. Bisa saja semennya kurang atau airnya kurang. Selain itu, kualitas semen juga sangat berpengaruh.

Saat ini ada semen instan yang dikhususkan untuk plester dan acian. Menurut kami kualitasnya jauh lebih bagus dibanding menggunakan semen biasa yang digunakan untuk membuat acian dan plesteran tembok.

5. Kusen Kayu Memuai

Sifat dasar kayu adalah memuai atau menyusut. Padahal kayu sering digunakan sebagai kusen pintu maupun jendela. Biasanya hal ini terjadi pada kayu yang belum benar-benar kering.

Beberapa jenis kayu juga memiliki sifat yang mudah memuai sehingga kurang cocok untuk dijadikan sebagai kusen pintu maupun jendela. Sebab jika memuai, maka akan menimbulkan tekanan yang menyebabkan tembok retak.

6. Bobot Atap Terlalu Berat

Untuk menopang bobot dari atas bangunan, baik itu atap maupun dak dibutuhkan kolom atau tiang penyangga agar beban tidak langsung ke tembok.

Jika konstruksi kolom maupun tiang penyangga tidak terlalu kuat, maka bobot dari atas akan tertumpu pada dinding sehingga lama kelamaan dinding akan retak.

7. Perbedaan Bahan Bangunan

Penyebab selanjutnya adalah karena faktor bertemunya bahan yang berbeda, seperti pasangan bata dengan kayu, struktur beton dengan batu bata, dan plesteran dengan pipa lisrik yang tertanam didalam dinding.

Alasan mengapa tembok bisa retak dikarenakan perbedaan bahan tersebut adalah karena semen tidak bisa menempel secara sempurna, khususnya pada bahan yang terbuat dari plastk dan kayu.

Jadi jangan heran apabila menjumpai pada tembok yang retak pada bagian yang didalamnya terpasang pipa listrik atau yang berdekatan dengan kusen kayu.

Nah demikianlah beberapa penyebab tembok retak. Namun perlu kalian ketahui, bahwa ada dua jenis retakan yang terjadi pada dinding, yakni retak struktur dan retak non-struktur.

Retak struktur biasanya terjadi karena penyebab pondasi turun yang dikarenakan pergerakan tanah atau bencana alam seperti gempa dan tanah longsor.

Cara memperbaiki rentak struktur berbeda dengan retak non-struktur. Sebab masalah ini bisa mengakibatkan struktur bangunan menjadi sangat berbahaya.

Cara mengatasi retak struktur adalah dengan memperkuat struktur bangunan, baik itu pondasi, balok, maupun kolom penyangga bangunan. Namun apabila cuma retak non-struktur maka cara mengatasinya jauh lebih mudah.

Untuk memperbaiki retak non-struktur atau retak rambut cukup dengan menambalnya saja. Caranya sangat mudah, karena tingga mengorek retakan lalu menutupnya kembali dengan dempul secara merata.

Baca Juga Informasi Lainnya
Harga Kusen BetonCara Membersihkan Keramik Kamar Mandi
Cara Mengatasi Genteng Bocor

Tips Mengatasi WC Mampet

Cukup sekian informasi kali ini, tunggu artikel kami berikutnya mengenai cara memperbaiki tembok retak secara struktur dan non-struktur. Untuk saat ini kami hanya membahas mengenai penyebab tembok retak yang wajib yang sering terjadi pada bangunan baru maupun lama.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *