Pondasi Jalur
Tips Properti

Jenis Pondasi Rumah Berdasarkan Daya Dukung Tanah

Arsiteksi.com – Jenis Pondasi rumah merupakan sebuah hal yang sangat sakral untuk sebuah bangunan rumah. Dimana pondasi akan mentukan kekuatan sebuah bangunan rumah atau bangunan jenis lainnya.

Sebuah pondasi yang kuat merupakan langkah yang tepat, terlebih jika rumah atau bangunan yang kamu buat akan memiliki struktrur yang kuat. Sudah pasti kamu harus sudah memikirkan jenis pondasi apa yang nantinya sesuai dengan rumah kamu tersebut.

Jika kamu memang ingin membangun rumah impian maka jenis pondasi rumah sudah harus di pikirkan sejak awal. Jangan sampai nantinya rumah impian kita mengalami hal yang kurang mengenakan gara-gara pondasi yang salah.

Dalam kesempatan kali ini Arsiteki.com bakalan memberikan informasi yang mungkin akan sangat bermanfaat untuk kamu semua menggenai Jenis pondasi rumah. Dimana jenis pondasi rumah yang masuk dalam list kali ini merupakan yang paling populer dan lazim digunakan di Indonesia.

Jenis Pondasi Rumah

1. Pondasi Sumuran

Jenis Pondasi Rumah
Jenis pondasi rumah ini biasanya berbentuk bulat dengan menggunakan beton selebar 60 sampai 80 cm pada kedalaman bisa mencapai 2 meter tergantung struktur tanah yang akan dipasang pondasi.

Cara membuat pondasi sumuran adalah dengan menggali tanah sedalam 1 sampai 2 meter kemudian masukkan rangkaian besi lalu pondasi sumuran diisi dengan cor beton yang dicampur batu kali atau pecahan batu agar pondasi menjadi lebih kuat. Pondasi sumuran ini biasanya digunakan pada struktur tanah yang tidak stabil agar bangunan tetap kuat dan tidak mudah roboh jika tanah mengalami pergerakan.

2. Pondasi Strauss Pile

Pondasi Strauss Pile
Pondasi Strauss Pile lebih cocok digunakan pada hunian atau bangunan yang maksimal tingginya hanya tiga lantai. Cara membuat pondasi ini adalah dengan mengebor menggunakan alat bor auger yang dioperasikan oleh manusia sehingga untuk kedalaman dan diameternya kurang maksimal yang menjadi kekurangan pada jenis pondasi Strauss Pile ini.

Kedalaman pada pondasi ini juga hanya sekitar 4 sampai 10 meter dengan diameter mencapai 30 cm yang menjadikan pondasi Strauss Pile termasuk kedalam jenis pondasi dangkal.

3. Pondasi Tiang Pancang

Pondasi Tiang Pancang
Tiang Pancang termasuk kedalam jenis pondasi dalam, jenis pondasi ini biasanya digunakan pada tanah yang memiliki kandungan air tinggi seperti tanah lembek dan tanah rawa. Bahan-bahan yang dijadikan untuk pondasi ini biasanya berupa kayu ulin, baja, besi dan beton bertulang dengan panjang mencapai 3 meter.

Cara memasang pondasi ini adalah dengan cara menancapkannya langsung kedalam tanah dengan jarak 6 meter disetiap tiang bangunannya. Dengan menggunakan pondasi ini, rumah kamu akan lebih aman walaupun dengan kondisi tanah yang lembek.

4. Pondasi Caissons

Pondasi Caissons
Sistem pada pondasi Caissons dilakukan dengan cara pengeboran, sistem pengeboran juga bisa dilakukan menggunakan sistem hidrolik atau bisa juga dilakukan secara manual tergantung kedalaman yang dibutuhkan. Pondasi Caissons biasanya digunakan pada permukaan tanah yang membutuhkan pengeboran atau pengerukkan tanah untuk memasang pondasi ini.

Setelah dibor kemudian dimasukkan rangkaian besi ditambah dengan cor beton agar pondasi semakin kuat dan bangunan pun akan aman dari terjadinya goncangan.

5. Pondasi Jalur

Pondasi Jalur
Strip foundations merupakan istilah lain dari pondasi jalur. Jenis pondasi ini biasanya dibuat dengan kolom memanjang yang memiliki bentuk persegi ataupun trapesium tergantung tukang yang memasangnya.

Bahan material yang digunakan pada pondasi ini menggunakan campuran pecahan batu atau jika tidak ada bisa menggunakan batu kali ditambah dengan cor beton. Biasanya pondasi jalur ini digunakan pada bangunan dengan beban yang memanjang maka dari itu cara membuat pondasi ini juga dibuat memanjang sesuai dengan bangunannya.

6. Pondasi Umpak

Pondasi Umpak
Cara memasang pondasi Umpak ini adalah dengan meletakkannya diatas permukaan tanah yang telah dicor dengan batu kali dan sloof untuk mengikat pondasi umpak agar lebih kuat.

Pondasi ini memiliki sistem yang membantu menyelaraskan bangunan terhadap goncangan sehingga tiang bangunan akan tetap aman jika terjadi gempa. jenis pondasi Umpak ini bisa menjadi rekomendasi untuk bangunan rumah kamu agar tahan terhadap goncangan seperti gempa atau goncangan lainnya.

7. Pondasi Rakit

Pondasi Rakit
Jika kamu memiliki memiliki tanah yang lunak dan memiliki daya kekuatan yang rendah, kamu bisa menggunakan pondasi jenis Rakit ini. Pondasi Rakit ini biasanya dibuat dari plat beton besar dengan beberapa jalur kolom bergaris lalu disusun sesuai dengan permukaan tanah yang akan dipasang pondasi ini.  Setelah semuanya dirakit kemudian di cor secara merata dan meluas agar bisa digunakan untuk menampung beban diarea yang luas tersebut.

Jenis Pondasi Yang Populer Lainnya

Pondasi TapakBiasanya mendukung titik beban tunggal pada sebuah bangunan.
Plat Beton LajurBiasanya Digunakan untuk mendukung sederet kolom pada bangunan
Pondasi DalamBiasanya digunakan pada permukaan tanah yang tidak terlalu kokoh dengan kedalaman pondasi lebih dari 3 meter
Pondasi Pierspondasinya ke dalam galian tanah

Itu dia beberapa jenis pondasi rumah yang paling lazim digunakan di Indonesia, dimana menentukan pondasi untuk rumah merupakan suatu hal yang tidak boleh salah.

Baca Juga Informasi Lainnya
Merk Baja Ringan TerbaikHarga Kawat Bendrat
Harga Kloset Duduk

Harga Plat Besi Terbaru

Itu dia beberapa Jenis Pondasi Dalam yang bisa kamu ketahui dimana menggunakan pondasi memang tidak boleh sembarangan dan harus memiliki hitungan yang tepat. Demikian informasi kali ini menggenai Jenis Pondasi Dalam semoga bisa bermafaat untuk kamu yang sedang ingin memulai membuat pondasi untuk bangunan.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *